Sabtu, 05 Februari 2011

Fakta tentang Crop Circle

Crop circle atau lingkaran2 yang membentuk pola pada suatu ladang di anggap sebagai hasil perbuatan dari makhluk luar angkasa. Kebanyakan dari kita masih percaya bahwa makhluk luar angkasa telah mendarat di ladang mereka dan akibatnya membentuk suatu pola yang unik.

Salah satu pola Crop Circle


Beberapa crop circle memiliki pola yg sederhana, dan sebagian lagi memiliki pola yg rumit. Sebenarnya crop circle dibuat oleh para petani yg memang menyukai seni, mereka melukiskan karya mereka di atas ladang mereka sendiri. Dengan cara ini, para petani berharap dapat menjadi terkenal dengan cara mengaku bahwa itu bukan hasil karya mereka, melainkan hasil karya makhluk luar angkasa.

READ MORE - Fakta tentang Crop Circle

Kumpulan Foto 1 (Photo Collection 1)















READ MORE - Kumpulan Foto 1 (Photo Collection 1)

Jumat, 04 Februari 2011

Materi Tentang Bintang bag. 1

A.  Bintang
A.1. TERANG BINTANG
            Seperti yang kita ketahui, informasi dari bintang yang diterima pengamat di bumi antara lain dari pancarannya. Terang bintang merupakan suatu besaran (pancaran) yang dapat diukur dengan mudah, paling tidak secara kuantitatif, yaitu dengan membandingkan berbagai bintang. Walaupun hanya dengan mata, kita dapat membedakan apakah bintang A lebih terang dari bintang B, atau sebaliknya.
            Pada abad kedua sebelum masehi (sekitar tahun 129 SM) seorang astronom Yunani yang bernama Hipparchos membuat catalog bintang, yaitu dengan membagi bintang menurut terangnya dalam enam kelompok. Bintang yang paling terang tergolong magnitudo kesatu, yang lebih lemah tergolong magnitudo kedua, dan seterusnya hingga bintang yang paling lemah yang hampir tak terlihat dengan mata termasuk magnitudo keenam.
Gambar . Skala magnitude menurut Hipparchos. 

Penggolongan Hipparchos ini diubah untuk pertama kalinya oleh Galileo Galilei . Dengan menggunakan teleskop yang dibuatnya sendiri, Galileo menemukan banyak bintang yang cahayanya lebih lemah daripada binatng bermagnitudo 6 yang didefinisikan Hipparchos. Selanjutnya John Herschel mendapatkan bahwa kepekaan mata bersifat logaritmik, yaitu bintang yang magnitudonya satu ternyata 100 kali lebih terang daripada bintang yang magnitudonya enam. Berdasarkan kenyataan ini, pada tahun 1856, Norman R. Pogson mendefinisikan skala satuan magnitudo secara lebih tegas lagi. Definisi yang diberikan oleh Pogson adalah sebagai berikut : tinjaulah dua buah bintang, yaitu Bintang A dan Bintang B. Misalkan mA adalah magnitudo bintang A yangdilihat dengan mata, mB adalah magnitudo bintang B yang dilihat dengan mata, EA adalah jumlah energy bintang A yang diterima di Bumi (fluks bintang yang diterima di Bumi), dan EB adalah jumlah energy bintang B yang diterima di Bumi. Menurut Pogson :
mA - mB = -2,5 [log EA - log EB]                                                (1)
Tanda negatif berarti magnitudo bertambah besar apabila bintang bertambah terang (bintang bermagnitudo satu lebih terang daripada bintang bermagnitudo dua).
            Persamaan (1) dapat dituliskan sebagai :
           mA - mB = -2,5 log (EA/EB)                                                    


            Pada awalnya, bintang Polaris yang terlihat di semua observatorium di belahan langit utara digunakan sebagai acuan magnitudo. Bintang ini diberi magnitudo 2, dan yang lainnya dibandingkan dengan bintang Polaris ini. Namun pada tahun 1911 Herztprung mendapatkan bahwa bintang Polaris adalah bintang variable yang cahayanya berubah-ubah (meskipun perubahannya hanya sekitar 0,1 magnitudo). Dengan demikian, Polaris tidak ,penggunaan sekelompok bintang yang berada di sekitar kutub utara yang dinamakan North Polar Sequence. Dewasa ini, sebagai acuan magnitudo digunakan bintang-bintang dari berbagai daerah di langit hasil pengukuran Johnson dan Morgan pada tahun 1953.
            Untuk keperluan praktis, digunakan bintang standar Vega (α Lyra). Bintang ini mempunyai magnitudo m = 0,02. Karena magnitudonya yang mendekati nol, maka dapat dianggap m(Vega) = 0. Jadi untuk bintang yang lebih terang dari Vega, magnitudonya m < 0; untuk bintang yang lebih lemah , m > 0Bintang yang lebih terang dari Vega magnitudonya berharga negatif, misalnya bintang Sirius mempunyai m = -1,6, bulan purnama mempunyai m = - 12,5, dan magnitudo matahari adalah m = -26,7.
            Magnitudo yang dibicarakan diatas merupakan ukuran terang bintang yang kita lihat atau terang semu bintang, hal ini dikarenakan ada faktor jarak yang harus diperhitungkan seperti tampak dalam persamaan berikut :
           m = -2,5 log L/4πd+ C                                                                        (2)
dimana ; L = Luminositas benda, d = jarak dan C adalah suatu tetapan.
               Dari persamaan (2) ini dapat kita lihat bahwa magnitudo bintang bergantung kepada jaraknya. Jadi bintang yang tampak lemah cahayanya, belum tentu benar-benar lemah cahayanya, karena mungkin saja karena jarak bintang tersebut jauh. Oleh karena itu magnitudo yang dibicarakan diatas disebut magnitudo semu (apparent magnitude) atau biasa disebut magitudo saja.
            Dalam Tabel 1. diperlihatkan bahwa magnitudo semu beberapa benda langit, temasuk bintang, planet, Bulan, dan Matahari. 

Tabel 1. Magnitudo beberapa benda langit
Nama Bintang
Magnitudo
Polaris
2.00
Regulus
1.50
Pollux
1.16
Spica
1.00
Aldebaran
1.00
Betelgeuse
0.80
Procyon
0.50
Vega
0.00
Capella
0.00
Sirius
-1.42
Jupiter
-2.50
Bulan Purnama
-13.00
Matahari
-26.70
 di sadur dari buku astronomi 2009
READ MORE - Materi Tentang Bintang bag. 1

Selasa, 18 Januari 2011

Fakta tentang astronomi

  • Matahari berada 150 juta km dari bumi. Cahayanya membutuhkan waktu 8.5 menit untuk mencapai bumi, dan 5.5 jam untuk mencapai pluto, planet terjauh tata surya.
  • Tahun cahaya adalah unit pengukuran yang sama dengan jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun. 1 tahun cahaya sama dengan 9.5 juta juta kilometer (6 juta juta mil).
  • Bepergian dengan kecepatan seperti di orbit, pesawat ruang angkasa memerlukan 100,000 tahun cahaya untuk mencapai bintang terdekat, Proxima Centaury, yang mana sekitar 4.25 tahun cahaya jaraknya.
  • Cahaya dari Awan Magellan, galaksi terdekat, memerlukan waktu sekitar 170,000 tahun untuk sampai ke bumi.
  • Lamanya hari bertambah 1.7 ribu detik per abad. Harinya kita 1/10 lebih lama dibanding 6,000 tahun yang lalu.
  • Kebanyakan nama bintang berasal dari bahasa Arab dan berasal dari posisinya di konstelasi. Hence Reigel di Orion dalam bahasa Arab berarti "kaki kiri Orion".
  • Dilihat dari ruang angkasa, ada sekitar 6,000 bintang terlihat di langit lebih terang daripada magnitude 6. Tetapi dari bumi di malam yang cerah, kamu tidak dapat melihat lebih dari 3,000 bintang pada waktu yang sama.
  • Bintang paling redup yang dapat di deteksi oleh Teleskop ruang angkasa Hubble lebih redup daripada bintang dengan magnitude 30.
  • Konstelasi terbesar adalah Hydra. Yang mencakup sekitar seperempat langit.
  • Energi yang dipancarkan oleh matahari tiap detiknya sekitar 1,4 x 1026 joule.
  • Jarak yang ditempuh oleh cahaya selama 1 tahun adalah 9,46 x 1015 m.
READ MORE - Fakta tentang astronomi