Senin, 14 Februari 2011

Quasars

Dalam tahun 1960 ditemukan dua sumber radio yang diidentifikasi bersumber dari suatu bintang. Tahun 1963 ditemukan lagi dua buah sumber bintang radio. Hal ini merupakan objek yang sangat membingungkan para astronom sebab spektrum optisnya memperlihatkan garis emisi yang pada mulanya tidak dapat diidentifikasi dengan unsur kimia yang ada. Karena sumber radio ini tampak menyerupai bintang dalam teleskop optis dan cirinya sangat mirip bintang, maka objek ini dinamakan quasars(quasi stellar radio sources) atau sering pula disebut QSS’.

quasars (quasi stellar radio sources)


                        Dalam tahun 1963 Schmidt menemukan bahwa spektrum quasars memiliki pergeseran merah yang sangat besar. Hal ini sangat membingungkan para astronom karena objek ini relatif terang. Pergeseran merahnya menandakan bahwa objek ini sangat jauh namun dia merupakan sumber energi yang sangat luar biasa besarnya, jauh lebih besar daripada benda yang dikenal dalam astronomi dewasa ini. Berdasarkan perhitungan, energinya mencapai beberapa kali lebih besar dari keseluruhan energi dari seluruh bintang dalam galaksi Bima Sakti.
                        Sejak tahun 1980-an telah ditemukan lebih banyak lagi objek seperti ini, bahkan sampai ratusan quasars, dan ternyata semuanya memiliki cirri yang sama. Umumnya quasars sangat terang dalam seluruh panjang gelombang. Energi radionya seterang galaksi radio yang paling terang dan cahaya kasatmatanya jauh lebih terang daripada galaksi eliptis yang paling terang dan magnitudo mutlaknya mencapai rentang antara -25 samai -26. Dalam kenyataannya, cahayanya sangat biru, lebih biru dari semua bintang di langit. Salah satu cirinya yang dapat dikenal adalah radiasi ultravioletnya yang sangat berlebihan dibandingkan dengan bintang atau galaksi biasa. Hampir semua QSS ini variabel, baik dalam emisi radio maupun dalam cahaya kasatmatanya, dan variasinta tidak teratur atau acak. Karena QSS itu luminositasnya tinggi, perubahan dalam magnitudonya berarti terjadi pelepasan energi dalam jumlah yang amat besar secara tiba-tiba.
            Spektrum quasars mempunyai beberapa komponen, diantaranya :
                        Perhitungan dari perubahan terangnya objek ini dapat disimpulkan bahwa objek ini berdiameter sekitar satu tahun cahaya. Sedangkan rerata galaksi berdiameter dalam ukuran ribuan tahun cahaya. Sedangkan rerata galaksi berdiameter dalam ukuran ribuan tahun cahaya. Pergeseran Doppler yang sangat besar menunjukkan bahwa objek ini menjauh dengan laju sekitar 0,9 laju cahaya. Kebanyakan peneliti memandang pergeseran merah dari quasars ini sebagai indikasi bahwa jaraknya amat jauh dan memiliki laju yang jauh lebih besar dari kebanyakan galaksi lainnya, dengan kecepatan sampai 225.000 km/s. Menurut grafik Hubble, ini menunjukkan jaraknya antara 10 sampai 12 milyar tahun cahaya. Jarak ini mendekati batas teoritik dari ukuran jagat raya yang nampak. Bila gerak menjauhi kita relative terhadap objek makin mendekati laju cahaya, gelombang cahaya yang kita terima menjadi makin memanjang, tidak lagi dalam gelombang cahaya, tetapi dalam gelombang radio.
                        Penemuan bahwa semua quasars itu berada pada jarak yang sangat jauh serta memiliki laju yang sangat besar, ini memberikan dukungan yang sangat kuat pada hukum Hubble, dan secara langsung telah memperkuat teori The Big Bang yang menyatakan bahwa jagad raya ini mengembang dan telah berubah dengan waktu. Bila quasars itu betul-betul begitu jauh, sesungguhnya kita melihat balik dalam waktu dan melihat sisa-sisa dari tahapan awal dari alam semesta kita, mungkin sebelum sistem galaksi yang sebenarnya itu tersusun.

The Big Bang Theory 
                        Dalam tahun 1965 ditemukan adanya radiasi yang amat lemah dari semua arah dalam ruang angkasa dan pada panjang gelombang yang sama. Inilah panjang gelombang khusus yang telah diramalkan oleh Gamov dan Dicke yang diterima dari ledakan Big Bang asli yang tetap mengalir melalui alam semesta. Radiasinya adalah pada daerah sinar-x tetapi bertambah panjang karena kecepatan radial sehingga sekarang radiasi yang kita terima sebagai gelombang radio yang panjang. Penemuan ini telah memberikan bukti yang lebih banyak lagi bagi teori Big Bang.
            Matahari merupakan salah satu bintang diantara jutaan bintang yang membentuk galaksi Bima Sakti. Matahari terletak diantara jutaan bintang yang membentuk Galaksi Bima Sakti. Matahari terletak 30.000 tahun cahaya dari pusat galaksi kita dan 10.000 tahun cahaya dari bagian tengah galaksi kita. Bagian tengah galaksi ditempati antara lain bintang raksasa. Jari-jari sebuah bintang raksasa ada yang 390 kali panjang jari-jari matahari, atau lebih besar daripada jari-jari planet Mars. Bintang raksasa bernama Antares dapat anda amati pada bagian perut Rasi Scorpio, sebuah bintang merah yang paling terang pada rasi itu. Banyak bintang raksasa yang lain, bahkan banyak lagi yang lebih besar.
                        Letak matahari pada salah satu ujung galaksi itu. Matahari tidak termasuk bintang raksasa, melainkan berukuran sedang saja, sama dengan Alpha Centauri, tetangganya.         Dari bumi kita hanya bisa mengamati sebagian saja dari Bima Sakti kita karena kita berada di dalamnya. Bagian dari Bima Sakti yang tampak itu merupakan bintang-bintang bertebaran di langit.
                   Sejak zaman dahulu, orang-orang telah mengamati bintang-bintang di langit. Bintang–bintang  itu kelihatan membentuk gugusan yang menimbulkan kesan lukisan seperti binatang, manusia, atau benda lain. Lahirlah nama-nama gugus bintang (rasi, konstelasi) seperti Cancer, Scorpio, Orion, Ursa Mayor, Crux, dan banyak lagi. Orang memberi nama rasi bintang itu sesuai dengan bayangan yang timbul dalam fantasinya. Rasi Orion di Indonesia dinamakan Waluku. Kelompok bintang yang oleh orang-orang Yunani diberi nama Crux, bentuknya seperti layang-layang dan nelayan menamainya bintang pari. Crux digunakan untuk menentukan arah selatan. Jika dari bintang yang paling atas ditarik garis ke bintang yang paling bawah, maka garis selanjutnya itu menunjukkan arah selatan. Pada waktu yang sama, di sebelah utara kita dapat melihat rasi bintangUrsa Mayor, yang di negara kita diberi nama bintang Biduk. Dua bintang yang paling depan menunjuk arah Utara.

12 Rasi Bintang

       Ada 12 kelompok bintang yang selalu lewat sekitar titik di atas kepala kita yang tinggal di daerah Khatulistiwa. Deretan rasi bintang itu membentuk gelangyang dinamakan Zodiak. Nama kedua belas rasi bintang itu ialah Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricornus, Aquarius, dan Pisces. Waktu yang baik untuk mengamati bintang ialah malam hari yang cerah, pada saat tidak ada bulan. Usahakan pula agar lampu di sekitar kita tidak dinyalakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar